Mendokumentasikan penjaga tradisi leluhur Wayang Topeng melalui Pameran Malangan

06 September 2026
1 menit baca
Bagikan:
Mendokumentasikan penjaga tradisi leluhur Wayang Topeng melalui Pameran Malangan

Pengunjung melihat karya fotografi dalam Pameran Malangan: A Legacy That Refuses to Vanish di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Pameran yang digelar dari 3 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut merupakan riset visual yang mendokumentasikan 12 komunitas aktif penjaga tradisi leluhur Wayang Topeng Malangan di wilayah Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU

Pengunjung melihat karya fotografi dalam Pameran Malangan: A Legacy That Refuses to Vanish di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Pameran yang digelar dari 3 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut merupakan riset visual yang mendokumentasikan 12 komunitas aktif penjaga tradisi leluhur Wayang Topeng Malangan di wilayah Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU

Pengunjung melihat karya fotografi dalam Pameran Malangan: A Legacy That Refuses to Vanish di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Pameran yang digelar dari 3 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut merupakan riset visual yang mendokumentasikan 12 komunitas aktif penjaga tradisi leluhur Wayang Topeng Malangan di wilayah Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU

Pengunjung melihat karya fotografi dalam Pameran Malangan: A Legacy That Refuses to Vanish di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, Minggu (6/9/2026). Pameran yang digelar dari 3 September hingga 4 Oktober 2026 tersebut merupakan riset visual yang mendokumentasikan 12 komunitas aktif penjaga tradisi leluhur Wayang Topeng Malangan di wilayah Malang, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Kirim Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.